Selasa, 21 April 2015

Hati-Hati Dengan 7 Tanaman Ini Bisa Membunuh

Tanaman beracun menemani histori tragedy manusia yang perlu mati lantaran dipaksa atau tak berniat mengkonsumsinya. Sebut saja sokrates, yang perlu terima fakta dihukum mati lantaran dituduh tidak yakin tuhan oleh pengadilan atena. Ia dipaksa meminum ramuan tanaman hemlock sampai pada akhirnya keracunan serta mati lemas. Tanaman tanaman seperti ini bukan sekedar ada diluar negri serta narasi saja. Di Indonesia juga terdapat banyak type spesies tanaman seram yang dalam doses berlebihan bisa membunuh. Di bawah ini 7 tanaman pembunuh di Indonesia

1. Tanaman Jarak


Daun serta getah tanaman jarak banyak dipakai untuk penyembuhan tradisional. Namun siapa kira biji jarak yaitu pembunuh yang mematikan, Mengonsumsi dua buah biji jarak telah cukup membunuh seorang. Pada april 2013, Gedung putih digemparkan dengan surat yang ditujukan untuk presiden amerika yakni barak Obama yang didalamnya ada toksin ricih, ricih adalah senyawa sampingan yang dihasilkan dari pemrosesan biji tanaman jarak. Senyawa ini bisa menyebabkan orang tewas lantaran masalah sistem peredaran darah serta pernapasan.

waktu ricin masuk pada badan, satu ricin bisa membunuh satu sel. Bila senyawa ini dihirup, disuntikkan atau tertelan bisa membunuh orang kurun waktu 36 sampai 48 jam. Beberapa pakar menyampaikan ricin adalah pembunuh ganas seganas virus anras. Serta bahayanya lagi hingga sekarang ini belum diketemukan penawarnya.

2. Ubi Toksin atau Singkong Karet


singkong atau Ubi memanglah memiliki kandungan toksin tetapi kandungannya tidak sama, bergantung varitasnya. Singkong pahit atau yang lebih di kenal singkong karet mempunyai kandungan toksin yang lebih tinggi di banding singkong manis. Toksin umumnya ada di daun serta umbi singkong. Toksin ini di ketahui bisa membuahkan senyawa sianida. Sianida di kenal juga sebagai pembunuh berdarah dingin serta susah dideteksi. Ia tidak berasa, tidak berbau, serta tidak berwarna. Hanya satu indicator untuk tahu sianida pada singkong yaitu warna kebiruan yang nampak pada umbi apabila mana terserang hawa.

Toksin sianida bakal jauh menyusut bila dipanaskan, banyak koraban keracunan disebabkan salah dalam pemrosesan singkong, lantaran memasak umbi serta daunnya tak prima.

3. Tanaman Kecubung


kecubung yang ada di Indonesia yaitu type datura metel masih tetap satu keluarga dengan bunga lonceng. Kecubung ini memiliki kandungan sebagian senyawa kimia yang bermanfaat mengobati. Kandungan ini bikin kecubung bisa digunakan juga sebagai obat tradisional untuk beragam penyakit. Seperti asma, rematik, sakit pinggang, pegelinu, dan lain-lain.

sisi yang kerap dipakai juga sebagai obat herbal yaitu daunnya. Tetapi kecubung juga memiliki kandungan toksin berbentuk zat aloid yang memiliki dampak halosinogen terlebih di bagian bijinya. Dampak yang diakibatkan apabila kecubung dikonsumsi melebihi tataran yaitu mual, muntah, sesak nafas, pusing, halunisasi sampai berbuntut pada kematian. dalam sebagian masalah diketemukan pemakaian toksin biji kecubung untuk bunuh diri.

4. Gyimpie – Gympie


orang luar negeri menyebutnya tanaman gympie gyimpie juga sebagai tanaman penyengat lantaran waktu kulit tersentuh daun gympie gympie sedikit saja terasa seperti seperti tersengat rasa panas luar umum serta akan tidak pernah hilang sampai berbulan bln.. tanaman ini di ketahui pernah membunuh hewan serta manusia. Umumnya tumbuh di rimba timur Australia serta rimba Maluku Indonesia. sangking kuat toksinnya daun gympie gympie yang sudah kering beberapa ratus taun juga masih tetap memiliki kandungan toksin moreidin. Toksin ini umumnya ada pada bulu tanaman gympie gympie.

apabila anda ke rimba serta lihat tanaman ini, cepatlah menjauh. Ada didekatnya memiliki resiko terserang toksin. Denga toksin yang demikian dahsyat, tentara inggris pernah tertarik pada tanaman ini serta punya niat membuatnya senjata biologis pada akhir 1960.

5. Pohon Upas


Pohon upas demikian legendaris pada saat penjajahan VOC di nusantara. Bahkan juga sepanjang berabad era jadi momok menakutkan untuk tentara belanda lantaran rakyat berjuang memakai toksin upas juga sebagai senjata. Hingga selanjutnya letnan gubernur Thomas rafles mengutus Thomas hosfield, naturalis asal amerika serikat untuk pelajari toksin pohon itu. Akhirnya pohon upas memanglah mematikan tetapi pada lendirnya saja.

Dampak toksin upas cukup mengagetkan saat diuji cobakan pada seekor ayam serta anjing yang segera mati kurun waktu dua menit saja. Hingga saat ini pohon upas masih tetap bisa diketemukan di Indonesia. di jawa ia lebih di kenal dengan sebutan pohon ancar. Terserang getahnya sedikit saja orang itu bakal kejang kejang lantas mati.

6. Kembang Terompet


Kembang Terompet yakni tanaman berbunga asli di daerah tropis amerika selatan tetapi diketemukan di seluruhnya dunia termasuk juga Indonesia. kembang terompet, nama ini datang dari bunga berbentuk terompet terjuntai tertutup bulu bulu halus yang menggantung dari pohon. Bunga ini memiliki ukuran 14 sampai 50 CM dan beragam warna. Putih, kuning, oranye, serta merah muda. Semua segi dari tanaman mempunyai kandungan toksin. Tanaman ini kadang-kadang berpindah dari teh dan diolah juga sebagai obat halusinogen.

bunga ini mempunyai tingkatan toksin yang bermacam, bergantung tempat tanaman. Tumbuhan ini banyak menyebabkan pemakainya overdosis dan tewas karena itu.

7. Kacang Toksin

Kacang Toksin adalah pohon asal india dan asia tenggara. Benih kecil di dalam pohon hijau berbentuk buah jeruk ini sangat beracun dipenuhi dengan alkaloid beracun srignight dan brusin. 30 miligram toksin ini cukup fatal untuk orang dewasa dan bisa menyebabkan kematian yang diawali dengan kejang kejang hebat. tanaman ini menyerang stimultan ganglia sensoris tulang belakang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar