Senin, 30 September 2013

Larangan Minum Obat Dengan Susu – Mitos Atau Fakta?

Meminum obat saat sakit adalah keharusan agar tubuh kembali ke kondisi normal yaitu sehat. Meskipun tidak semua penyakit bisa diobati, sudah menjadi sugesti sebagian besar orang jika obat merupakan perantara penyembuhan yang paling ampuh. Ada mitos kesehatan yang beredar luas di masyarakat yaitu bahaya minum obat setelah menikmati segelas susu. Bukankah susu itu baik untuk kesehatan? Mengapa dilarang?

minum obat dengan susu

Image courtesy of David Castillo Dominici / FreeDigitalPhotos.net


Mungkin anda pernah dinasehati atau mungkin menasehati orang lain agar tidak meminum obat dengan susu. Entah siapa orang pertama yang memberikan nasehat untuk tidak minum obat setelah meminum susu. Itulah kenapa hal ini masih menjadi mitos kesehatan yang membutuhkan penjelasan ilmiah.

Seperti yang sudah anda tahu, susu memiliki kandungan zat-zat yang berguna bagi tubuh seperti kalsium, magnesium, protein, lemak dan fosfor. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia.

Kalsium merupakan salah satu zat yang terkandung dalam semua jenis susu baik yang alami maupun produk olahan susu dalam kemasan. Zat inilah yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi anak namun zat ini juga yang dapat menghambat penyerapan obat yang anda minum.


Mengapa Minum Obat Dengan Susu Dilarang?

Saat anda meminum obat, tubuh membutuhkan waktu yang cukup untuk melarutkan kemudian menyebarkan melalui aliran darah agar efek nya bisa menyembuhkan bagian yang sakit. Jika obat yang anda minum bertemu kalsium dari susu makan proses penyerapan obat akan terganggu sehingga kehilangan efektifitasnya.

Tahukah anda, obat adalah racun sedangkan susu adalah penetralisir racun?

segelas susu
Jadi, saat anda minum obat dengan susu maka efek obat tersebut akan hilang karena sudah dinetralisir oleh susu.
Untuk menghilangkan efek negatif susu yang menghambat penyerapan obat, berikan jangka waktu minimal 2 jam sebelum anda minum obat. Hal ini berlaku juga jika anda ingin menikmati susu setelah mengkonsumsi obat.

Kesimpulan yang bisa ditarik adalah larangan meminum obat dengan susu merupakan FAKTA bukan mitos.


Minuman Yang Harus Dihindari Saat Mengkonsumsi Obat

Selain susu ternyata ada beberapa minuman lain yang harus dihindari sebelum anda meminum obat. Tujuannya tentu saja agar obat tersebut dapat diserap secara maksimal oleh sel-sel tubuh sehingga sakit yang anda derita cepat sembuh.

  • Kopi
    Adanya kandungan kafein pada kopi bisa berbahaya jika dikonsumsi secara berlebih. Anda bisa membaca artikel bahaya minum kopi untuk lebih lengkapnya. Sementara kaitannya dengan obat, kafein juga bisa meningkatkan resiko overdosis pada obat-obatan yang mengandung antibiotik.
  • Teh
    Adanya zat tanin dalam teh dapat menghambat penyebaran obat ke seluruh bagian tubuh karena zat tersebut bisa mengikat senyawa aktif dalam obat yang anda minum.
  • Alkohol
    Bagi anda yang suka menikmati makanan maupun minuman yang mengandung alkohol, hati-hati saat minum obat demam. Kandungan parasetamol pada obat tersebut bisa mengakibatkan pendarahan lambung serta kerusakan hati.
  • Jus jeruk
    Konsumsi obat bersamaan dengan jus jeruk bisa berakibat rasa panas pada perut anda. Jus buah jeruk juga bisa menghilangkan enzim dalam tubuh yang berfungsi melarutkan obat sehingga tidak bisa disalurkan ke sel-sel tubuh.

Tips Minum Obat Agar Dapat Diserap Secara Maksimal

Air putih merupakan media pelarut obat-obatan yang paling ampuh dan aman. Manfaat meminum air putih sendiri adalah menyediakan cairan tubuh sehingga organ-organ di dalamnya dapat bekerja dengan maksimal. Karena sifatnya yang masih alami dan tidak mengandung unsur kimia, air putih adalah media paling baik untuk minum obat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar