Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2014

Cara mengoptimalkan Otak Kanan

oPTIMASI oTAK kANANOtak kanan adalah otak yang bersifat intuitif, imajinatif, emosi, simpati, visualisasi, kreatif dan lain-lain. Otak kanan pada dasarnya adalah otak yang menghubungkan manusia dengan tuhanya dengan kata lain otak kanan memiliki sifat istimewa yaitu spiritualitas dan otak kanan ini merupakan gerbang menuju pikiran bawah sadar. Optimasi Otak kanan perlu anda lakukan.  Disinilah segi kreatifitas dan perasaan manusia diolah dengan sedemikian rupa. Jika anda pandai dalam bersosialisasi berarti anda mengunakan otak kanan anda. Jika anda seorang yang mempunai mimpi besar dan anda optimis akan mimpi-mimpi itu, berarti anda sedang menggunakan otak kanan anda. untuk itu segeralah optimasi otak kanan anda. Berikut adalah keistimewaan yang dimiliki oleh otak kanan.

OPTIMASI OTAK KANAN : Otak Kanan Adalah Otak Minoritas

Ippho Santosa dalam bukunya marketing is bulshit, dengan tegas menjelaskan bahwa otak kanan adalah otak minoritas. Katakanlah otak kanan dan kiri itu berguna. Optimasi Otak kanan telah di lalaikan dan diabaikan selama ini. Sungguh itu patut disayangkan! Pendidikan konvensional, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi selalu dan terlalu banyak mencerdaskan otak kiri. Terlebih-lebih pendidikan pasca sarjana. Menurut Ippho, makin tinggi makin kiri. Hanya pendidikan di TK dan playgroup yang masih meneruh perhatian pada optimasi otak kanan. Mengapa disebut golongan minoritas? Ya karena sedikit yang menggunkanya. maksudnya hanya sedikit dari mereka yang sadar akan optimasi otak kanan.
Optimasi otak kanan – Alur pikiran golongan minoritas yang sangat kreatif, intuitif, imajinatif, implusif (tidak terencana), difus (tidak fokus) dan lateral (tidak runtut) ini jelas-jelas tidak nyambung dengan alur pikiran mayoritas, dan pada akhirnya disebutlah pemberontak. Dan pasti orang sukses itu adalah orang minoritas.
Optimasi otak kanan – Bukan hanya itu, pada faktanya orang yang cenderung berpikir kanan terkadang dianggap gila. Mengapa?, karena terlihat dari alur pikiranya yang tidak pernah runtut dan sistematis. Orang-orang yang berpikir dengan otak kanan cenderung tidak rasional namun bisa juga dirasionalkan. Dan sampaikapanpun pemikiran otak kanan dan otak kiri tidak akan pernah nyambung namun berjalan beriringan saling melengkapi, disinilah kekuasaan Allah. Dan pemikiran kaum minoritas ini kerap selalu dianggap gila dengan pola pikir yang tidak rasionalnya. Dan terbukti, ternyata dunia ini dimajukan oleh orang-orang gila. Albert Einstein dan alfa Edison adalah contoh orang gila yang berhasil merubah peradaban dunia dengan impian yang menghasilkan sebuah karya dari ketidakrasionalanya. inilah hasil dari optimasi otak kanan.
BERSAMBUNG >>>>
Iar iarbhír anseo

Kamis, 22 Maret 2012

Cara Membuat Anak Gemar Menabung

Ingin agar anak terbiasa menabung? Jangan ditunda, ajarkan kebiasaan baik itu sejak dini. Bahkan, idealnya sejak anak masuk usia sekolah. “Mengajar anak menabung di usia sekolah lebih mudah,” ujar psikolog anak Universitas Indonesia, Indri Savitri.

Indri mengatakan anak di usia sekolah lebih mudah diajarkan menabung karena mereka biasanya lebih gampang diberikan pemahaman. Di usia sekolah, anak biasanya memiliki kegemaran jajan. Hal ini bisa karena faktor lingkungan maupun bawaan diri sang anak.  Dalam hal ini orang tua, kata Indri, perlu mengajarkan cara memilih jajanan yang perlu dibeli dan mana yang tidak. Dengan memberikan pemahaman memilah jajanan, anak secara tidak langsung diajarkan menyisakan uang.

Indri mengatakan, kunci mendidik anak agar gemar menabung adalah konsistensi. Para orang tua tidak boleh gampang putus asa atau gampang puas saat mendidik anak. Hal ini karena sifat anak-anak yang gampang berubah. Mereka bisa dengan mudah menyerap “masukan” baru dari lingkungannya dan melupakan ajaran dari orang tua.

Saat mengajar anak menabung, ada baiknya orang tua memberikan motivasi kepada mereka. Motivasi bisa berupa manfaat yang akan didapatkan anak bila rajin menabung. ''Orang tua misalnya bisa menggambarkan kepada anak bahwa dengan menabung mereka bisa membeli mainan yang diinginkan. Atau dengan menabung mereka bisa berliburan ke tempat yang mereka idamkan,'' ujar Indri.

Hal penting lain dalam mendidik kebiasaan menabung pada anak adalah memberikan penghargaan atau sanksi. Penghargaan menjadi penting agar anak merasa yang mereka lakukan mendapat perhatian. Penghargaan misalnya bisa berupa liburan ke tempat yang diinginkan anak apabila tabungan mereka mencapai target yang ditetapkan.

Selain itu, memberi sanksi kepada anak yang boros juga perlu agar mereka sadar ada konsekuensi yang harus diterima bila berbuat tidak baik. Sangsi misalnya bisa berupa pengurangan uang jajan.

Terlepas dari semua itu, yang tidak kalah penting saat melatih kebiasaan menabung pada anak adalah dengan memberikan teladan. Orang tua tidak boleh hanya bisa mengajarkan tetapi juga mesti melakukan. Indri mengatakan Anak yang memiliki orang tua hobi belanja biasanya akan kesulitan melatih sifat hemat. “Gaya hidup orang tua sangat mempengaruhi kebiasaan anak,” ujarnya.
Iar iarbhír anseo